Sejenak menarik diri menyelami lini masa kehidupan yang pernah dilalui, pasti semua mengalami masa kecil dong, gak mungkin enggak. Masih ingat kapan terakhir kali kamu mengompol?haha atau tidur di ruang tamu terus tau tau ketika bangun sudah ada didalam kamar, masih ingat gak? Aku pun lupa kapan terakhir kali mengalami hal itu. Mungkin delapan belas tahun lalu, ah entahlah aku tidak tau kapan pastinya. Kenangan masa kecil memang selalu menjadi hal yang selalu ingin diulang kembali ketika sudah beranjak dewasa. Hidup hanya seputar sekolah, menonton TV, bermain, dan mengaji beda dengan sekarang yang harus mikir kapan lulus kuliah? Kapan nikah? Uangnya cukup gak ya sampai akhir bulan? Mantan lagi ngapain ya? Yahh kenapa juga mantan dipikirin.
Dulu sewaktu kecil aku selalu antusias mengikuti setiap permainan yang melibatkan aktivitas fisik. Mungkin karena dilahirkan sebagai anak yang usil dan jail ya (sampai sekarang pun masih hehe). Salah satu diantara sekian banyak adalah gobak sodor, kamu tau gak? Kalo tau berati kita seumuran, ingat udah tua lo kamu jangan kebanyakan leha-leha. Dibercandain sama hidup bau tau rasa.
Permainan ini adalah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang. Inti dari permainan ini adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak balik. Tau apa yang paling seru?? Ketika teman satu tim kita meledek lawan supaya kita dapat melewati garis. Senangnya bukan main, apalagi ketika bisa melewati dan tim yang dibela menang. Kalau kata temenku sih senangnya melebihi dibeliin es kiko satu pack hehe.Ya begitulah, permainan itu tak pernah serius tapi sudah cukup memuaskan hati.
Saat adzan ashar berkumandang itu artinya apapun bentuk permain mesti disudahi, kalau tidak siap-siap aja jadi sasaran makian ibu. Bukan karena jahat ya tapi ada rutinitas yang harus dijalani yaitu mengaji. Sore pun menjelang dan hal yang paling tidak aku sukai adalah mengharuskan aku mandi. Hmmm itu sungguh menyebalkan. Yang lebih menyebalkan lagi seberes mandi pasti dibedaki dengan ciri khas "Tepok 3kali"pipi kanan kiri dan jidat hahaha. Ah, sudah mirip pemain pantomim saja aku setiap sore. Tidak lupa ibu memberikan uang jajan sore seribu rupiah untuk bekal mengaji, tau apa yang aku beli? Pisang goreng . Perpaduan yang sangat ciamik bukan? Di mana sudah ganteng(kata ibuku) terus makan pisang goreng, alhasil yang ada cemong sana sini. Mungkin kalau bisa melihat wajahku saat itu pasti sekarang aku sudah tertawa terbahak bahak. Betapa lucu dan menggemaskannya diriku dimasa itu ya walaupun sekarang masih sih (kataku loh ini, kalo kamu tidak setuju tidak apa apa).
Masa-masa itu terlalu sayang jika harus dilupakan begitu saja, Jika bukan karena tawa membahagiakan beberapa belas tahun lalu mungkin aku tidak akan menjadi seperti sekarang. Terima kasih atas indah masa kecilku, akan kusimpan sebagai memori yang teramat sangat membahagiakan.
Salam dariku lelaki yang suka tertawa. Berbahagialah atas pilihanmu, sehat sehat selalu :).

Comments
Post a Comment