Satu diantara banyak keinginan yang selalu ingin dicapai adalah dekat dengan hal-hal yang membuat diri bahagia. Sebenarnya orang hidup itu yang dicari apa sih? Materi? Pangkat? Atau jadi ultraman yang bisa nyelamatin banyak orang?hahaha. Kalau aku sih yang pasti cari bahagia, ya buat apa hidup kalau gak bahagia.
Jika dibedah apa hal-hal yang membuat bahagia tentunya akan banyak sekali. Mungkin sampai power rangers jadi mamang cilok pun gak akan selesei. Kalau aku sendiri banyak hal-hal kecil yang bisa membuat bahagia. Bisa ngopi sama ngerokok bahagia, dapat duit bahagia, bisa beli baju tanpa liat harga bahagia, bahkan dicintaimu akupun bahagia. "Yaelah, semua orang juga bahagia kali ketika dicintai hehe". Lalu apalagi yaa? Oh iya nemu uang disaku celana pas tanggal tua, sumpah itu bahagia banget berasa kaya lama gak ketemu doi lalu ketemu terus dipeluk erat hahhaha. Ah memang bahagia bisa sesederhana itu.
Standarisasi masing masing orang untuk sebuah kebahagiaan memang tidak bisa disama ratakan. "Bukannya punya uang banyak bisa bahagia ya?". Ah menurutku itu tidak bisa dijadikan patokan, percuma kalau banyak uang tapi tidak memiliki banyak teman. Bagiku teman adalah aset berharga yang membuatku lebih santai menghadapi peliknya kehidupan. Segala sesuatunya menjadi lebih sederhana dan lebih mengerti apa sejatinya hidup.
Kalau menurutmu standarisasi sebuah kebahagiaan adalah memiliki mobil mewah, itu tidak salah kok. Tapi juga jangan mencemooh seseorang yang hanya dengan memakan makanan pinggir jalan dia merasa bahagia. "Yah gitu aja bahagia, padahal mah biasa aja". Eh tunggu dulu, kan kamu tidak tau gimana usaha yang udah dilakukan untuk bisa mendapatkan hal itu. Gimana lika-liku kehidupan yang dilaluinya. Hal-hal sederhana semacam itu yang mungkin tidak akan kamu temui kalau hidupmu senantiasa baik-baik saja. Tentunya dalam standarisasi tertentu itu tidak berlaku. Memang benar mulut orang yang membuat hidup menjadi lebih rumit.
Jadi ingat perkataan ayahku tempo hari yang sampai saat ini aku pegang sebagai prinsip hidupku. Kurang lebih seperti ini kata-katanya; kalo kamu selalu membandingkan dengan orang lain untuk ukuran sebuah kebahagiaan yang sudah dicapainya, capek sendiri nantinya. Segala sesuatunya akan terlihat kurang dan salah dihadapanmu. Coba rubah pola pikirmu lalu tentukan apa hal-hal kecil yang membuatmu bahagia. Yang salah bukan bahagianya tapi caramu memandang bahagianya .
Salam dariku lelaki yang suka tertawa. Berbahagialah atas pilihanmu, sehat sehat selalu :).
Seperti aku; yg bahagia melihatmu baik baik saja tanpaku:’) hiks
ReplyDeletekek kek dari hati banget ini
Deletenext kik! Mangats teros yaa 🙌
ReplyDeleteterima kasih mila :)
DeleteSing penting dia bahagiaa,aku kapan2🤣
ReplyDeletePemeran utama bahagianya belakangan
Delete