Terimakasih karena demi mengangkat derajat keluarga kalian rela mengesampingkan kehidupan pribadi kalian. Mengesampingkan kebahagiaan dan kepentingan diri sendiri untuk kebahagiaan dan kepentingan orangtua serta adik kalian.
Terima kasih telah menjadi kuat dan tidak mudah patah.
Terima kasih untuk ikhlas berusaha dengan keras agar bisa membantu adik sekolah lebih tinggi dibanding kalian.
Jadi anak sulung boleh kok merasa lelah, tidak melulu harus setegar karang.
Kita juga boleh berhenti dulu lalu istirahat sejenak dari penghakiman keluarga yang menuntut harus sempurna. Kadang memang sulit ketika semua harapan disimpan dipundak. Dituntut agar jadi contoh yang baik dan sebagian juga dituntut untuk menafkahi keluarga. Sebagian lagi dituntut untuk menjadi pendengar yang baik untuk keluh kesah orangtua dan adiknya.
Lalu kita dengan masalah kita? Si sulung adalah anak paling kuat, ia mampu menampung semua masalah dalam keluarga juga masalahnya sendiri.
Mendengar masalah semua orang dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa orang mendengarnya.
Bekerja keras demi keluarga hingga suatu hari datanglah pasangan sang adik yang menyadarkan si sulung bahwa selama ini yang ia usahakan demi membantu kehidupan keluarganya sampai ia tak sadar telah kehilangan masa mudanya.
Pada akhirnya memang si sulung yang dianggap paling kuat, karena dia harus merestui sang adik melangkahinya.
Tak apa sulung, Sungguh Tuhan itu tidak pernah lalai.
Semua lelah, semua sakit dalam hatimu, semua airmata yang jatuh dalam sunyi, semua pengorbanan dan perjuangan panjang takkan pernah mengkhianati.
Karena kado istimewa tak akan diberikan sembarangan.
Semangat dan tersenyumlah, kita semua adalah si sulung yang hebat 😊😊
Comments
Post a Comment